Langsung ke konten utama

SISTEM JARINGAN SARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK)


SISTEM JARINGAN SARAF TIRUAN
(ARTIFICIAL NEURAL NETWORK)


        I.            DEFINISI

Jaringan syaraf tiruan (JST) merupakan suatu model kecerdasan yang diilhami dari struktur otak manusia dan kemudian diimplementasikan menggunakan program komputer yang mampu menyelesaikan sejumlah proses perhitungan selama proses pembelajaran berlangsung.

Jaringan syaraf tiruan akan mentransformasikan informasi dalam bentuk bobot dari satu neuron ke neuron yang lainnya, informasi tersebut akan diproses oleh suatu fungsi perambatan dan semua bobot input/masukan yang datang dijumlahkan kemudian dibandingkan dengan suatu nilai ambang tertentu melalui fungsi aktivasi setiap neuron. Bila nilai melampaui nilai ambang maka neuron akan diaktifkan dan informasi keluaran diteruskan ke neuron yang tersambung dengannya.

Jaringan syaraf tiruan bisa dikatakan sebagai analogi yang berkaitan erat dengan proses berfikir dalam otak manusia. Jaringan syarah tiruan merupakan pembentukan generalisasi model matematika dengan menggunakan beberapa asumsi, di antaranya :

·         Sistem proses informasi terjadi pada banyak elemen sederhana (neuron).
·         Sinyal yang dikirimkan di antara neuron-neuron melalui penghubung-penghubung (sinapsis).
·         Penghubung antarneuron memiliki bobot yang akan memperkuat atau memperlemah sinyal.
·         Untuk menentukan output (target), setiap neuron menggunakan fungsi aktivasi (biasanya bukan merupakan fungsi linear) yang dikenakan pada jumlahan input yang diterima. Bersarnya output akan dibandingkan (learning process) dengan suatu batas ambang (threshold).
Dengan demikian, dari asumsi-asumsi tersebut jaringan syarat tiruan ditentukan oleh 3 hal yang paling mendasar :
1.      Pola hubungan antarneuron (arsitektur jaringan).
2.      Metode untuk menentukan bobot penghubung (learning atau training method).
3.      Fungsi aktivasi.

     II.            SEJARAH
Jaringan syaraf tiruan diperkenalkan secara sederhana pada tahun 1943 oleh McCulloch dan Pitts [Fausett: 1994]. Pada saat itu McCulloch dan Pitts melalui beberapa komputasi menggunakan neuron-neuron sederhana dapat mengubah menjadi sebuah sistem baru (neural) yang mempunyai kemampuan komputasi yang lebih baik. Selain itu McCulloch dan Pitts juga mengusulkan pemberian bobot dalam jaringan yang dapat diatur untuk melakukan fungsi logika sederhana. Beliau-beliau ini menggunakan semacam aktivasi (Threshold).

Pada tahun 1958, Rosenblatt beserta Minsky dan Papert mulai mengembangkan model jaringan yang disebut dengan perceptron. Dalam model ini mereka mencoba untuk mengoptimalkan hasil iterasinya. Kemudian pada tahun 1960 Widrow dan Hoff mengembangkan model perception ini dengan memperkenalkan aturan pelatihan jaringan yang disebut aturan delta (sering disebut kuadrat rata-rata terkecil). Aturan tersebut akan mengubah bobot perceptron apabila keluaran yang dihasilkan tidak lagi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hal ini yang menyebabkan komputer dapat “belajar” dengan sendirinya, kecepatan belajar dapat diatur dengan menggunakan parameter tertentu.

Perkembangan selanjutnya dibuat oleh Rumelhart (1986) dengan mencoba mengembangkan sistem layar tunggal (single layer) pada perceptron menjadi sistem layar jamak (multilayers), yang kemudian disebut dengan sistem backpropagation. Setelah itu, muncul beberapa model jaringan syaraf tiruan lain yang dikembangkan oleh peneliti lain.



  III.            KONSEP DASAR
Setiap sel syarag memiliki satu inti sel (nucleus) yang berperan sebagai pusat pemroses. Setiap informasi yang masuk diterima oleh rambut-rambu sel (dendrit), kemudian dijumlahkan di dalam nucleus dan dikirim memalui batang sel (axon) ke dendrit akhir yang bersentuhan dengan dendrit dari neuron yang lain.



Pada algoritma jaringan syaraf tiruan (JST) sinyal masukan yang dinotasikan dengan x1x2,...,xn dikalikan dengan sejumlah bobot w dan dijumlahkan dengan bobot bias b. Hasil perkalian dan penjumlahan a akan diaktifkan menggunakan fungsi aktivasi F tertentuk untuk mendapatkan keluaran jaringan Y. Pemilihan fungsi aktivasi disesuaikan dengan tujuan dan tipe data keluaran yang diinginkan.





  IV.            PENJELASAN DAN CONTOH STUDI KASUS DI DUNIA NYATA
Contoh jaringan syaraf tiruan di dunia nyata yang sesuai dengan atrikel yang sudah ada yaitu “Penerapan Jarigan Syaraf Tiruan Untuk Memprediksi Jumlah Pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur Dengan Menggunakan Algoritma Pembelajaran Backpropagation”. Jadi pada artikel tersebut memprediksi penangguran yang sebelumnya masih menggunakan ilmu statistika sosial, perhitungan statistika modern banyak dilakukan oleh komputer, dan bahkan beberapa perhitungan hanya dapat dilakukan oleh komputer berkecepatan tinggi seperti menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan. Penerapan JST untuk memprediksi jumlah penangguran di Provinsi Kalimantan Timur dengan menggunakan algoritma pembelajaran backpropagation berdasarkan pada data survey lapangan sebagai tolak ukur perlu tidaknya ditinjau kembali pengikatan lapangan pekeraan yang bersesuaian.
Dari hasil pengujian yang dilakukan tahun 2009, dengan menggunakan metode JST-Backpropagation dapat memprediksi jumlah penangguran dan target output yang diinginkan lebih mendekati ketetapan. Hasil pengujian di peroleh prediksi jumlah penangguran di tahun 2009 adalah 133.104. Sedangkan hasil prediksi penangguran tahun 2009 yang dilakukan oleh BPS Provinsi Kalimantan Timur adalah 139.830. Kesimpulannya dengan menggunakan JST, hasil yang diinginkan lebih akurat.


    V.            DAFTAR PUSTAKA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Atau Perkembangan Sistem Informasi Atau Teknologi Informasi

SEJARAH ATAU PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI ATAU TEKNOLOGI INFORMASI          Pengertian Apa itu sistem informasi? Terlebih dahulu kita mengetahui arti sistem. Jadi sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.           Nah jadi secara teori Sistem Informasi adalah Sistem informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengelolah data berupa komputer, program aplikasi dan jaringan, serta manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak saja, bahkan sistem informasi ada disetiap perusahaan dan instansi dalam melakukan kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras hardware dan perangkat lunak software.  Pengembangan teknologi hardware cenderung menuju uk...

STANDAR DAN PANDUAN UNTUK AUDIT SISTEM INFORMASI

  STANDAR DAN PANDUAN UNTUK AUDIT SISTEM INFORMASI   A.     ISACA (Information System Audit & Control Associacion) ISACA berperan memberikan informasi mendukung kebutuhan pengetahuan. Dalam framework ISACA terdapat Standard, Guidelines, dan Procedure. ·          Standart , yang ditetapkan oleh ISACA yang harus diikuti auditor. ·          Guidelines , memberi bantukan kepada auditor agar dapat menerapkan standar dalam berbagai tugas audit. ·          Prosedur , memberi contoh langkah-langkah auditor dapat mengikuti tugas audit sehingga dapat menerapkan standar.   B.      IIA COSO (The Comitte of Sponsoring Organizations of the threadway commission’s) Pengendalian intern,yang penggunaannya mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses operasional dalam konteks organisasional, s...

MEMBANGUN SISTEM KEAMANAN JARINGAN PADA APLIKASI BERBASIS WEB ATAU ANDROID MANAJEMEN SISTEM INFORMASI

A.     Pendahuluan Perkembangan teknologi jaringan komputer sangat pesat pada era sekarang ini. Banyak orang maupun institusi telah menerapkan sistem informasi yang tidak lepas dari jaringan komputer baik itu intranet maupun internet. Semakin hari pula disiplin ilmu dibidang ini semakin beragam sesuai dengan kebutuhan perkembangan ilmu itu sendiri. Demikian juga ancaman keamanan sistem jaringan juga berjalan seiring perkembangannya. Dalam sistem jaringan pasti ditemui kekurangan-kekurangan yang sering muncul, diantaranya adalah gangguan dari dalam berupa virus atau jaringan komputer yang bermasalah dan gangguan dari luar bisa berupa semua bentuk attacking network system. Dari gangguan-gangguan yang sering terjadi pada sistem jaringan, bentuk gangguan dari luar sangat berbahaya. Gangguan sistem jaringan dari dalam bisa saja karena ada otoritas yang menghendaki perbaikan sistem ataupun pengolahan data sistem sehingga meninggalkan gangguan berupa virus ataupun koneksi...