Langsung ke konten utama

Printer 3D (Tugas Tambahan 4)


Printer 3D
 (Tugas Tambahan 4)



          Additive Layer Manufacturing atau yang dikenal dengan Printer 3D merupakan suatu alat untuk mencetak atau membuat objek padat 3 dimensi. Cara kerjanya hampir sama seperti printer laser dengan menggunakan teknik mencetak perlayer/perlapis yang masing – masing dicetak diatas lapisan lainnya. Teknologi ini diciptakan pada tahun 1980-an oleh Chuck Hull dari 3D System Corp. Sejak saat itu printer 3D mulai dikembangkan dan digunakan untuk instansi tertentu.

          Lalu apa kegunaan dari printer ini? Hasil dari printer ini digunakan sebagai Prototyping (Model) maupun instansi yang menggunakan printer ini, khususnya dibidang industri secara luas, baik itu dalam arsitektur, militer, medis, otomotif, sistem informasi geografis sampai biotech (pengganti jaringan tubuh manusia).




          Ada beberapa jenis printer 3D yang digunakan, yaitu :

1.     Direct and Binder Printer 3D

Printer 3D jenis direct memiliki mekanisme yang sama dengan printer 2D inkjet. Dimana inkjet bergerak maju mundur sambil mengeluarkan cairan. Yang menbedakan dari printer 2D adalah printer 3D inkjet tidak hanya maju mundur saja, tetapi bisa vertikal maupun diagonal sambil mengeluarkan cairan lilin dan polimer plastic.



Sedangkan printer 3D jenis binder dalam proses kerjanya sama menggunakan nozel inkjet untuk menuangkan carian pada setiap lapisan/layer. Namun printer ini berbeda dengan Direct, binder ini menggabungkan dua bahan terpisah yang berupa bubuk kering dan lem cair.



2.     Photopolymerization dan Sintering

Cara kerja printer Photopolymerization yaitu dengan cara meneteskan cairan plastik, kemudian diberikan penyinaran laser berupa ultraviolet. Dan selama proses penyinaran ini sanggup merubah cairan menjadi bentuk padat.



Sedangkan sintering dalam proses kerjanya melibatkan partikel padat yang diberikan proses penyinaran. Dalam proses semacam ini disebut Selective Laser Sintering (SLS) yakni proses printer 3D yang bekerja menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastic yang kemudian membeku kembali dan membentuk lapisan yang dicetak.



Referensi :
https://idseducation.com/articles/mengenal-lebih-dekat-teknologi-3d-printing/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Atau Perkembangan Sistem Informasi Atau Teknologi Informasi

SEJARAH ATAU PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI ATAU TEKNOLOGI INFORMASI          Pengertian Apa itu sistem informasi? Terlebih dahulu kita mengetahui arti sistem. Jadi sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.           Nah jadi secara teori Sistem Informasi adalah Sistem informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengelolah data berupa komputer, program aplikasi dan jaringan, serta manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak saja, bahkan sistem informasi ada disetiap perusahaan dan instansi dalam melakukan kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras hardware dan perangkat lunak software.  Pengembangan teknologi hardware cenderung menuju uk...

STANDAR DAN PANDUAN UNTUK AUDIT SISTEM INFORMASI

  STANDAR DAN PANDUAN UNTUK AUDIT SISTEM INFORMASI   A.     ISACA (Information System Audit & Control Associacion) ISACA berperan memberikan informasi mendukung kebutuhan pengetahuan. Dalam framework ISACA terdapat Standard, Guidelines, dan Procedure. ·          Standart , yang ditetapkan oleh ISACA yang harus diikuti auditor. ·          Guidelines , memberi bantukan kepada auditor agar dapat menerapkan standar dalam berbagai tugas audit. ·          Prosedur , memberi contoh langkah-langkah auditor dapat mengikuti tugas audit sehingga dapat menerapkan standar.   B.      IIA COSO (The Comitte of Sponsoring Organizations of the threadway commission’s) Pengendalian intern,yang penggunaannya mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses operasional dalam konteks organisasional, s...

MEMBANGUN SISTEM KEAMANAN JARINGAN PADA APLIKASI BERBASIS WEB ATAU ANDROID MANAJEMEN SISTEM INFORMASI

A.     Pendahuluan Perkembangan teknologi jaringan komputer sangat pesat pada era sekarang ini. Banyak orang maupun institusi telah menerapkan sistem informasi yang tidak lepas dari jaringan komputer baik itu intranet maupun internet. Semakin hari pula disiplin ilmu dibidang ini semakin beragam sesuai dengan kebutuhan perkembangan ilmu itu sendiri. Demikian juga ancaman keamanan sistem jaringan juga berjalan seiring perkembangannya. Dalam sistem jaringan pasti ditemui kekurangan-kekurangan yang sering muncul, diantaranya adalah gangguan dari dalam berupa virus atau jaringan komputer yang bermasalah dan gangguan dari luar bisa berupa semua bentuk attacking network system. Dari gangguan-gangguan yang sering terjadi pada sistem jaringan, bentuk gangguan dari luar sangat berbahaya. Gangguan sistem jaringan dari dalam bisa saja karena ada otoritas yang menghendaki perbaikan sistem ataupun pengolahan data sistem sehingga meninggalkan gangguan berupa virus ataupun koneksi...